Februari 24, 2026

Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini merambah hingga ke sudut-sudut desa melalui optimalisasi lahan pekarangan rumah. Di Desa Telagawaru, Kabupaten Lombok Barat, langkah nyata ditunjukkan oleh jajaran kepolisian dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia untuk mencapai swasembada pangan dari hulu ke hilir. Melalui pendekatan dialogis dan pendampingan langsung, masyarakat didorong untuk mengubah lahan tidur menjadi aset produktif yang mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Swasembada Pangan

Pada Senin (23/02), suasana di Desa Telagawaru tampak berbeda dengan kehadiran personel Bhabinkamtibmas yang menyambangi kediaman warga. Kegiatan sambang dialogis ini bukan sekadar kunjungan rutin keamanan, melainkan sebuah misi edukasi untuk menggerakkan potensi lokal. Petugas kepolisian turun langsung ke lapangan untuk memberikan motivasi agar masyarakat tidak membiarkan sejengkal tanah pun telantar tanpa tanaman produktif.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah petani dan pemilik lahan merupakan bentuk dukungan konkret terhadap kedaulatan pangan. Polri berkomitmen untuk menjadi motor penggerak yang mendampingi warga dalam setiap proses pertanian, mulai dari pembibitan hingga masa panen.

“Kami menginstruksikan seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan mandiri. Melalui pemanfaatan lahan pekarangan, warga tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur sendiri, tetapi juga membantu menstabilkan ekonomi di tingkat desa,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Pendampingan Teknis dari Pembibitan hingga Pengawalan Pascapanen

Dalam implementasinya di Desa Telagawaru, petugas kepolisian tidak hanya memberikan imbauan secara lisan. Berdasarkan pantauan di lokasi, personel Bhabinkamtibmas terlibat aktif dalam berbagai fase produksi pertanian warga. Salah satu fokus utama adalah optimalisasi lahan pekarangan rumah yang kini mulai dipenuhi dengan tanaman pepaya dan berbagai sayuran organik yang tertata rapi.

Tak hanya itu, pendampingan teknis juga menyasar pada area persemaian. Petugas memberikan arahan mengenai penggunaan wadah semai dan polibag sebagai media awal sebelum bibit sayuran dipindahkan ke lahan yang lebih luas. Langkah ini sangat krusial guna memastikan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman lebih tinggi, terutama bagi warga yang baru memulai bercocok tanam di area terbatas.

Selain area rumah, pengawasan juga meluas hingga ke kebun-kebun produktif milik warga. Petugas secara berkala melakukan monitoring terhadap perkembangan tanaman jagung dan singkong. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemeliharaan, seperti pemupukan dan pengairan, berjalan optimal sehingga hasil yang didapat nantinya bisa maksimal. Dukungan ini terus berlanjut hingga tahap pascaproduksi, di mana petugas turut mendampingi petani saat proses panen jagung dan membantu pengemasan hasil bumi ke dalam karung untuk didistribusikan.

Membangun Ekonomi Mandiri Melalui Komoditas Produktif

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa komoditas yang disarankan untuk ditanam adalah jenis tanaman yang memiliki nilai guna tinggi bagi konsumsi rumah tangga harian, seperti cabai, tomat, terong, hingga singkong dan buah-buahan. Menurutnya, dengan menanam kebutuhan pokok tersebut secara mandiri, masyarakat dapat menekan pengeluaran belanja harian secara signifikan.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membiarkan lahan pekarangan atau kebun kosong. Isilah dengan tanaman yang bermanfaat. Langkah strategis ini sangat efektif untuk menunjang kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Labuapi,” tambah Kapolsek.

Pihak kepolisian berharap Desa Telagawaru dapat menjadi role model bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat. Dengan konsistensi dalam menjaga produktivitas lahan, diharapkan tercipta kemandirian pangan yang berkelanjutan. Semangat gotong royong antara Polri dan warga ini diharapkan mampu mewujudkan cita-cita pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang berdaulat secara pangan, dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *