Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus mengintensifkan langkah preventif melalui gelaran Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Pada Jumat pagi, 13 Februari 2026, jajaran Satlantas Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan stasioner yang berfokus pada edukasi dan penertiban pengendara di kawasan strategis Simpang Empat Masanggo.
Langkah ini diambil menyusul komitmen kepolisian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Lombok Barat. Sejak dimulainya operasi ini, pola pendekatan yang digunakan mengedepankan sisi humanis namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang bersifat fatalitas.
Sinergi Lintas Sektoral dalam Penertiban Lalu Lintas
Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WITA ini melibatkan personel gabungan berskala besar. Tidak hanya dari internal Satlantas, operasi ini juga memperkuat sinergi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan jangkauan pengawasan yang lebih luas. Personel yang terlibat mencakup KBO Satlantas, Kanit Turjawali, Kanit Kamsel, hingga Kanit Gakkum Polres Lombok Barat.
Selain kekuatan internal kepolisian, operasi ini juga didukung penuh oleh personel Polisi Militer (PM), satuan Brimob, serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran tim gabungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam membenahi perilaku berkendara masyarakat demi keselamatan bersama.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Simpang Empat Masanggo didasarkan pada analisis tingkat kerawanan dan volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut.
Pendekatan Simpatik dan Teguran Terhadap Pelanggar
Selama jalannya operasi, petugas tidak hanya terpaku pada penindakan hukum semata. Sebagian besar kegiatan diisi dengan pemberian imbauan secara langsung kepada para pengguna jalan. Petugas membagikan brosur yang berisi pesan-pesan Kamseltibcarlantas sebagai pengingat visual bagi pengendara agar senantiasa melengkapi surat-surat kendaraan dan alat keselamatan seperti helm standar nasional.
“Kami mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dalam Operasi Keselamatan Rinjani kali ini. Tujuan utama kami bukan sekadar menilang, melainkan membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama dalam berkendara,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan bahwa teguran simpatik diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan. Namun, petugas tidak memberikan toleransi bagi pelanggaran kasat mata yang berpotensi tinggi memicu terjadinya kecelakaan fatal. Pelanggaran seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi menjadi sasaran utama dalam penindakan kali ini.
Menekan Angka Fatalitas Kecelakaan di Lombok Barat
Pihak kepolisian berharap melalui operasi yang dilakukan secara masif dan konsisten ini, tren kecelakaan lalu lintas di wilayah Lombok Barat dapat menurun secara signifikan. Sosialisasi yang dilakukan di lapangan diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dari yang semula patuh karena takut petugas, menjadi patuh karena sadar akan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Lebih lanjut, Iptu Anton Prasetya Wijaya menegaskan bahwa kehadiran personel gabungan di lapangan juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tengah beraktivitas di jalan raya.
“Melalui Giat Stasioner Ops Keselamatan Rinjani 2026 ini, kami berharap angka kecelakaan di wilayah Polres Lombok Barat bisa berkurang secara drastis. Kami ingin melihat meningkatnya kesadaran masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas tanpa harus selalu diawasi oleh petugas di lapangan,” imbuhnya menutup pernyataan.
Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang siang hari tersebut berjalan dengan aman dan lancar. Respons masyarakat di sekitar Simpang Empat Masanggo pun terpantau cukup positif terhadap langkah edukatif yang dilakukan oleh tim gabungan Satlantas Polres Lombok Barat beserta instansi terkait.
