Februari 9, 2026

Lombok Barat, NTB – Memastikan stabilitas keamanan di titik vital transportasi laut, Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Lembar kembali menggelar Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Langkah preventif ini dilakukan sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga kondusivitas wilayah hukum Polres Lombok Barat, khususnya di area Pelabuhan PT. ASDP Lembar yang menjadi urat nadi pergerakan logistik dan penumpang menuju Pulau Lombok.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (08/02/2026) pagi ini menyasar para pengguna jasa penyeberangan, masyarakat pesisir, hingga petugas pelabuhan. Personel kepolisian terjun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada celah bagi tindakan kriminalitas maupun gangguan ketertiban masyarakat di area objek vital nasional tersebut.

Pendekatan Dialogis di Area Pelabuhan ASDP

Patroli yang dimulai tepat pukul 10.00 WITA ini dipimpin oleh Ipda Moh Mulyadi, S.H., bersama anggota regu yakni Brigadir Lalu Rian dan Brigadir M. Nurul Ihsan. Berbeda dengan patroli skala besar yang bersifat represif, giat KRYD kali ini lebih mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif. Para petugas tampak menyambangi area tunggu penumpang dan kantong-kantong parkir kendaraan logistik untuk berinteraksi langsung dengan warga.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat pelabuhan adalah komitmen untuk memberikan rasa aman. Menurutnya, Pelabuhan Lembar memiliki karakteristik mobilitas yang tinggi, sehingga pengawasan harus dilakukan secara konsisten.

“Kami terus meningkatkan intensitas patroli di kawasan pelabuhan untuk memastikan seluruh operasional berjalan lancar tanpa gangguan keamanan. Personel kami di lapangan tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menjalin silaturahmi dengan pengguna jasa agar mereka merasa terlindungi selama berada di wilayah hukum kami,” ujar Iptu Imran dalam keterangannya.

Sosialisasi Layanan Call Center 110

Dalam pelaksanaan patroli tersebut, petugas juga menitikberatkan pada sosialisasi penggunaan layanan darurat Polri. Masyarakat diingatkan untuk tidak ragu melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan penanganan cepat dari pihak kepolisian. Edukasi mengenai kemudahan akses informasi dan pelaporan menjadi prioritas dalam setiap dialog yang terbangun.

Iptu Imran menambahkan bahwa kecepatan respons pihak kepolisian sangat bergantung pada sinergi dan laporan dari masyarakat. Kehadiran teknologi informasi melalui layanan Call Center 110 harus dimanfaatkan secara maksimal oleh warga yang berada di kawasan pelabuhan.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jasa di Pelabuhan ASDP Lembar untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Jika ada laporan atau kejadian yang memerlukan penanganan cepat, segera hubungi Call Center 110. Layanan ini aktif dan siap merespons kebutuhan keamanan masyarakat demi terciptanya situasi yang kondusif,” tegas Iptu Imran.

Komitmen Menjaga Kamtibmas di Wilayah Pesisir

Selain memberikan imbauan Kamtibmas, personel Polsek Pelabuhan Lembar juga melakukan pemeriksaan ringan terhadap situasi keamanan di sekitar dermaga. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi tindak pidana seperti premanisme, penyelundupan barang ilegal, hingga aksi pencurian di area publik. Keamanan di pintu masuk pulau menjadi cerminan stabilitas keamanan di wilayah Nusa Tenggara Barat secara luas.

Kegiatan patroli yang berakhir menjelang siang hari tersebut menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan pantauan petugas di lapangan, mobilitas penumpang dan barang di PT. ASDP Lembar berjalan dengan tertib. Tidak ditemukan adanya aktivitas menonjol yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jasa selama giat berlangsung.

Secara keseluruhan, hasil giat patroli KRYD yang dilaksanakan oleh jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar melaporkan bahwa situasi tetap terpantau aman, terkendali, dan kondusif. Kepolisian berkomitmen akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat dan penegakan hukum di wilayah pesisir Lombok Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *