Februari 4, 2026

Lombok Barat, NTB – Memasuki awal bulan Februari 2026, Kepolisian Resor Lombok Barat terus berkomitmen menciptakan ruang jalan raya yang aman dan tertib melalui gelaran Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Fokus utama dalam kegiatan ini adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan edukatif serta penindakan terhadap pelanggaran kasat mata yang berisiko tinggi.

Pada Rabu pagi, 4 Februari 2026, personel gabungan terpantau memadati kawasan Pasar Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan; kawasan pasar merupakan salah satu titik dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, sehingga potensi terjadinya kerawanan lalu lintas perlu diantisipasi sejak dini.

Sinergi Personel Gabungan dalam Penegakan Disiplin

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WITA ini dipimpin langsung oleh jajaran utama Polres Lombok Barat. Operasi ini melibatkan kekuatan penuh dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Seksi Propam, hingga Seksi Pengawasan (Siwas). Tak hanya dari unsur kepolisian, sinergi lintas sektoral juga terlihat dengan hadirnya personel dari Polisi Militer (PM), Brimob, hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan masyarakat patuh pada aturan.

“Hari ini kami melaksanakan giat stasioner dalam rangka Operasi Keselamatan Rinjani 2026 yang dipusatkan di wilayah Pasar Kuripan. Fokus kami adalah memberikan himbauan secara langsung kepada pengguna jalan agar selalu mengedepankan ketertiban saat berkendara di jalan raya,” ungkap Iptu Anton Prasetya Wijaya di sela-sela kegiatan.

Pendekatan Simpatik dan Pembagian Brosur Kamseltibcarlantas

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya terpaku pada penindakan hukum, tetapi lebih mengedepankan pendekatan humanis. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah personel membagikan brosur yang berisi pesan-pesan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Hal ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki panduan visual mengenai pentingnya keselamatan berkendara.

Petugas juga terlihat memberikan teguran simpatik kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan. Teguran ini disertai dengan penjelasan mengenai risiko yang mungkin timbul akibat kelalaian di jalan. Namun, bagi pelanggaran yang bersifat kasat mata dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas (laka lantas), petugas tetap mengambil tindakan tegas sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami memberikan teguran simpatik kepada masyarakat, namun untuk pelanggaran kasat mata yang fatalitasnya tinggi, seperti tidak menggunakan helm atau melawan arus, tetap kami lakukan penindakan. Ini semua demi keselamatan masyarakat itu sendiri,” tambah Iptu Anton.

Menekan Angka Kecelakaan dan Membangun Kesadaran Kolektif

Salah satu target utama dari Operasi Keselamatan Rinjani 2026 adalah menurunkan angka fatalitas kecelakaan di wilayah hukum Polres Lombok Barat. Data kepolisian menunjukkan bahwa mayoritas kecelakaan bermula dari pelanggaran lalu lintas yang seringkali dianggap sepele oleh masyarakat. Dengan adanya operasi rutin seperti ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat untuk tertib berlalu lintas akan terus meningkat secara signifikan.

Interaksi antara petugas dan masyarakat di Pasar Kuripan berlangsung kondusif. Para pedagang maupun pengunjung pasar menyambut baik upaya kepolisian yang terjun langsung memberikan edukasi. Kehadiran personel gabungan dari berbagai unsur seperti Brimob dan Dishub juga memberikan efek psikologis positif dalam mendisiplinkan para pengguna jalan.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar angka kecelakaan di wilayah Polres Lombok Barat bisa berkurang. Kami ingin masyarakat sadar bahwa tertib berlalu lintas bukan karena takut pada petugas, melainkan karena kebutuhan untuk selamat sampai di rumah,” tegas Kasat Lantas menutup keterangannya.

Kegiatan Operasi Keselamatan Rinjani 2026 di wilayah Pasar Kuripan berakhir dengan tertib dan lancar. Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas meskipun tidak ada petugas yang berjaga, guna mewujudkan Lombok Barat yang aman bagi seluruh pengguna jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *