Dalam rangka meningkatkan pembinaan mental dan spiritual bagi para tahanan, Satuan Binmas Polres Dompu melaksanakan kegiatan pembinaan dan ceramah agama di ruang tahanan Polres Dompu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2025, sekitar pukul 09.30 Wita hingga 10.30 Wita, bertempat di ruang tahanan Polres Dompu.
Pembinaan dipimpin oleh Ps. Kanit Binpolmas Polres Dompu, Aipda Saufan, didampingi anggota Sat Tahti Polres Dompu, dengan jumlah peserta sebanyak 41 orang tahanan. Adapun tema ceramah yang disampaikan adalah “Ciri Orang yang Merugi Dunia dan Akhirat”.
Dalam ceramahnya, Aipda Saufan mengajak para tahanan untuk benar-benar menyesali perbuatan yang telah dilakukan, tidak berniat melakukan pelanggaran selama berada di ruang tahanan, serta menjadikan masa penahanan sebagai momentum untuk introspeksi diri.
“Hadapilah cobaan ini dengan sabar dan tawakal. Jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar ke depan dapat menjadi pribadi yang lebih baik, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat,” pesan Aipda Saufan kepada para tahanan.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Dompu AKP Makrus, S.Sos. menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan rohani ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam proses pembinaan terhadap para tahanan.
“Pembinaan mental dan keagamaan ini sangat penting agar para tahanan dapat menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum setelah selesai menjalani masa hukuman,” ujar AKP Makrus.
Terpisah, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kapolres Dompu menekankan pentingnya pembinaan rohani sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter. Polri tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan pembinaan agar para tahanan kelak dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” jelas IPTU Nyoman.
Dengan adanya kegiatan pembinaan dan ceramah agama yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan para tahanan dapat menghayati kesalahan yang telah diperbuat, menjadi insan yang lebih baik, serta mampu beradaptasi secara positif saat kembali ke tengah masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
